Langsung ke konten utama

Malaikatkah kau?

Hari ini saya mencoba menuliskan kisah teman saya, saya selalu memikirkan beberapa cerita sedih yang dilontarkannya tentang kejadian 2 tahun silam. Cerita-cerita itu membebani pikiran saya. Dia tampak kuat dari yang saya bayangkan. Saya tak pernah menemukan alasan mengapa dia tetap mengganggap sahabatnya itu sebagai sahabat, setelah semua yang menjadi kebahagiaannya direnggut dengan mudahnya. Awalnya saat itu aku berencana mengabarinya dengan hubunganku dengan pria yang sudah membuat hatiku mekar. Dia hanya tersenyum dan tetap setia mendengarkan saya. Saya pun memberanikan diri bertanya “siapa pacarmu sekarang?”. Dengan tersenyum kecil dia mencoba menceritakan kejadian itu.

Seseorang sahabat yang sudah dia kenal selama tiga tahun, telah mencoba merebut kekasihnya. Pacar pertama teman saya itu telah membuat dia sangat terpuruk dengan terdengarnya isu, kalau pacarnya menjalin hubungan dengan sahabatnya sendiri. saya terpaku. saya tak bisa mengatakan sepatah kata pun karena saya tak pernah mengalaminya dan semoga tak pernah. Saya mencoba membuat dia tenang. Air matanya beberapa kali jatuh dari rongga kecil matanya. Saat itu saya tahu betapa dia sangat  kecewa dengan waktu. Sesekali saya melontarkan kata “sabar”. Namun saya tahu itu tak bisa menyembuhkan luka didalam hati teman saya.

Sekarang saya tahu alasan mengepa dua tahun ini dia menutup hati kepada beberapa pria dihidupnya. Dia hanya memikirkan studinya. Tak pernah terbayangkan oleh saya, betapa kesepiannya dia dua tahun lebih menutup hati dan mencoba acuh mengenai  statusnya. Saya kaget mendengar bahwa dia masih dekat dengan sahabatnya itu. Apa yang difikirkannya? Hatinya begitu kuat walau pun rapuh. Tapi saya yakin seseorang bisa membawa dia menjadi seseorang yang lebih tegar lagi.

Ketegarannya tak pernah saya lihat. Beberapa orang yang mengalami hal itu bahkan membiarkan dendam merajai hati mereka dan tak bisa mengampuni. Sesekali saya ikut sedih, walau pun dia terluka dia tak pernah memperlihatkan kepada orang lain. saya bangga! Dan saya selalu medoakannya, suatu saat dia pasti akan merasakan kebahagiaan yang di idam-idamkannya selama ini, yang belum dia miliki.


Akan ada waktu dimana bahagia itu muncul. Mungkin setelah tangis itu tenggelam akan terbit bahagia yang jarang orang lain miliki. Saya percaya!

Komentar