Langsung ke konten utama

10 Hal bersamamu

Hari ini aku berharap masih bisa melihat senyumnya. Aku menganggap diriku tak berguna saat aku tak bisa mengabulkan permintaannya.. sebelum dia pergi.

***

Aku coba membuka diary yang aku temukan di tasnya kemarin.

"Cita-cita buat hatiku"
1. Menonton "The woman in black" bersamanya
2. ke taman
3. Makam mama
4. melihat bintang
5. Dinner
6. Hunting
7. Ke pantai
8. Ke air terjun
9. Natal bersama di gereja
10. Aku sangat berharap Engkau berikan cukup waktu untuk melakukan hal itu Tuhan... Akuerasa takut jika esok aku tak bisa memeluknya, merasakan aroma tubuhnya, senyum yang hangat itu... Tuhan.. aku sayang dia

1. Menonton "the woman in black" bersama.
"Sayang, nanti jam 12 aku jemput kamu, kita akan nonton" kataku.. ku dengar suara yang semangat "bener?" Tanyanya memastikan. Wajah wanita itu berseri... aku selalu bangga diri saat bisa mengukir senyumnya.

Permohonan ke 2,3,4,5,6,7,8 satu minggu ku coba selesaikan. Aku melihat senyum itu lagi. Hiasan wajah itu seakan menyentuh hatiku. Aku senang saat dia bahagia.....

"Makasih sayang" kudengar dia membisik sepulang dari pantai. Senyumnya lebar. Dia menyentuh pipiku dan berlari dengan centilnya masuk rumah... itu lucu...

Beberapa hari setelah itu, aku tak mendengar kabarnya.

Seminggu kemudian....

"Halo" sapaku pada orang yang ada diseberang. Aku mendengar suara isakkan. "Ada apa?" Tanyaku kawatir. "Diaaa..." terdengar seseorang tak bisa meneruskan pembicaraannya. Aku terpaku,...

Aku berlari di lorong-lorong gedung yang dipenuhi orang sakit, aku mencoba mencari seseorang yang aku tak tahu bagaimana keadaannya, tapi perasaanku tak enak... sangat tak enak.

Langkahku berhenti melihat semua orang yang ada diruangan yang aku masukki terisak keras. Aku melihat wanita berbaring lemas di ranjang bersepre putih. Dia tampak pucat... aku tak percaya. "Dia tak bisa lagi melawan kanker itu" kata seorang yang mendekat. Dia menepuk punggungku pelan "kanker?"tanyaku kaget. Aku mendekat... semakin dekat menuju wanita itu. "Tidak, kamu belum boleh meninggalkanku seperti ini.. kamu tak bilang kalau kau sakit!!" Kataku menggoyang-goyangkan tubuhnya, berharap dia tahu aku memanggilnya dan kembali. Badanku terasa berat dan rebah. "Sayang, kita belum melakukan semua harapanmu" kataku lagi. "kenapa kamu tak menunggu satu hari lagi, kita akan ke gereja bersama dan merayakan natal.. bahkan kita akan melewati tahun baru bersama! Kenapa secepat ini..... sayang!!!" Panggilku keras. Aku tak tahu kenapa dia tak mendengarku. Tepukan cukup keras kurasakan di pundakku. "Sabar" ku dengar kata-kata itu... tapi aku tak bisa mencerna. Apa arti sabar dusaat kau memang merasa terpuruk, memang menyadarkan tapi tak bisa menyelesaikan....

***

Lamunanku buyar. Namun aku masih tak bisa melihat hadirnya lagi... mungkin selamanya! Iya.

Komentar