Langsung ke konten utama

Live One More Time

♪The virgin-cinta terlarang♪
Tuhan berikan aku hidup
Satu kali lagi hanya untuk bersamanya~

Dulu aku menganggap lagu itu biasa saja. Perlahan semua itu menjadi di luar pikiranku. Mata polos itu, rambut jabrik ala abg itu, tak sadar menghantui pikiranku. Kadang aku tak bisa mencerna mengapa wajahnya selalu bergelanyut terbang kian kemari di otakku. Detak jantung yang mendadak cepat saat aku berpapasan dengannya. "Apa yang aku pikirkan?!!" Sesekali memukul pelan kepalaku, mencoba sadar dari halusinasi cinta. Aku mencoba sesadar-sadarnya. Namun aku memang lebih dari sadar saat aku bilang "kau mulai mencuri senyumku".

"Heh, kamu tuh udah 29 tahun dan dia? Berapa tahun coba?" Seorang teman mencoba menyadarkanku. "Aku tau.. aku tau" kataku sadar. Selalu ada suara dari hati, mungkin itu mulut hatiku.. atau mulut pikiranku "hilangkan dia dari pikiranmu".

***

"Selamat siang" salamku saat memasuki kelas. "Siang bu" sahut para siswa-siswi berseragam putih abu-abu itu. Mata yang sedari tadi menatap entah apa di balik meja langsung menatap mataku dan beberapa detik terpaku. "Apa yang aku pikirkan!" Aku mencoba mempalingkan mataku. "Oke kita mulai pelajaran" kataku seusai memperbaiki pikiran yang hampir buyar.

Dia mungkin tak punya perasaan yang sama denganku. Dan mungkin aku hanya dia anggap sebagai wanita yang selalu mengomel saat pekerjaan rumahnya dia abaikan. Tapi entah apa dan kenapa.... aku mulai menganggapnya sebagai "raja hatiku".

Andai ada kehidupan kedua..
Aku ingin lahir bertepatan denganmu..
Ah.. atau setelah kelahiranmu..
Pasti tidak akan serumit ini!
Bodoh! Benar benar bodoh
Aku tak mungkin mencintaimu
Dengan seperti ini...

"Apakah cinta perlu kesamaan yang lekat? Apa cinta perlu logika yang susah di mengerti dan dilakukan. Kalian tak mengerti apa itu cinta jika kalian hanya mengartikan semua itu dengan apa yang kalian katakan! Nilailah cinta dengan apa yang kalian rasakan!" Gerutuku kesal saat mendengar beberapa kali teguran.

Andai kau tak pernah kulihat
Mungkin... mungkin saja
Rasa ini pun tak tercipta...

Komentar