Langsung ke konten utama

Malaikat dunia

Setiap pagi, seperti biasa. Suara merdunya selalu ku dengar memanggil, kali ini dia ingin aku tak terlambat menempa ilmu di gedung yang banyak berkumpul para siswa siswi. Suaranya terdengar lagi jika aku tak segera beranjak dari tempat berkumpulnya kapuk ini. "Iya mama" sahutku setelah ketokan pintu berkali-kali yang ku dengar. Aku sempat berfikir "untuk apa dan diberi apa dia, hingga mau memelihara anak manusia yang terkadang mengukir airmatanya?" namun pertanyaan hati itu disanggah dengan kulihatnya tulisan yang mengatakan "Ibu adalah wali dari Tuhan". Mungkin Tuhan sangat sengaja mengirim malaikat suci itu. Dia selalu menjagaku, meski dengan omelan. aku selalu sadar "dia menyayangiku". Dia selalu mengawatirkanku, meski dengan cubitan di perut yang kadang membuat mulut berteriak. Aku selalu disadarkan kalau dia sangat menyayangiku.

Aku diingatkan dengan album foto enam belas tahun silam. Dia memangkuku dengan senyuman yang mekar. Wajahnya tetap terlihat berseri walaupun tangisanku selalu membuatnya lelah. Tapi dia tak pernah menyerah...

Sembilan bulan adalah waktu dia mendidikku dan menyanyikanku lagu gereja. Waktu itu aku tahu, dia mengharapkan jika aku tumbuh menjadi wanita yang kuat. Tak pernah terpikirkan juga olehku bagaimana sakitnya memperlihatkan aku ke didunia. Dia tetap tersenyum melihatku keluar dari ruang gelap itu, walau aku tak tahu betapa sakitnya itu.. tapi aku tahu itu sakit.

Kadang aku sedih jika dia terbaring tak berdaya, aku mencoba sebisa mungkin merawatnya tapi dia dengan senyum berkata "kamu sebaiknya sekolah dulu, jika sukses nanti... mama tidak akan berharap kamu memberikan sepeser uang pun.. mama berharap satu orang pun tidak meremehkanmu karena kau tak punya sesuatu yang istimewa" air yang dari tadi menutupi mataku keluar deras dan tak bisa berhenti. "Aku akan berusaha, sekuat yang aku bisa membahagiakannya".

Trimakasih Tuhan, Engkau sudah memberikan penjaga yang setia, malaikat dunia ini sudah membuat aku bersyukur lahir didunia dan lebih bersyukur jika Kau ijinkan aku membahagiakannya.

Komentar